Copyright

Apapun Profesi Kamu, Wajib Tahu Apa Itu Copyright

Dalam dunia bisnis ada istilah copyright, paten, maupun trademark. Sekilas kamu pasti berpikir itu merupakan hal yang sama. Padahal ketiganya adalah hal berbeda dan sama-sama diperlukan dalam bisnis. Apabila kamu berniat membuat akun Youtube, usahakan untuk mengetahui dahulu apa itu copyright, paten, dan trademark.

Hal ini juga berlaku untuk semua profesi tidak hanya Youtuber. Jika ada orang yang tidak mematuhi copyright ini dan pemilik bisnis menuntut, bisa-bisa pelanggarnya terjerat kasus hukum. Langsung saja kita bahas semua hal yang berkaitan dengan copyright dan perbedaan antara copyright, paten, dan trademark.

Apa Pengertian dari Copyright?

Arti sederhana dari copyright adalah hak cipta. Banyak perusahaan menggunakan copyright guna melindungi produk yang mereka buat dari tindakan menjiplak. Dalam dunia bisnis copyright ini sangat dilindungi dan penting, khususnya pada penciptaan software maupun hardware.

Berkat adanya copyright, perusahaan sebagai pemilik copyright berhak mendapatkan perlindungan penuh terhadap produk yang mereka ciptakan. Barang siapa melakukan jiplakan terhadap barang tersebut atau menggunakan dengan jalan yang salah, maka bisa dijatuhi hukuman.

Copyright juga membuat orang yang memegang hak cipta tersebut memperoleh royalti saat ada pihak yang mencoba mendapatkan keuntungan menggunakan produk tersebut. Pastinya harus minta ijin dahulu dengan perusahaan pemegang hak cipta dan membicarakan royalti secara spesifik.

Namun copyright tersebut tidak bersifat abadi dan memiliki batas masa berlaku. Perlu memperpanjang masa berlakunya jika ingin terus melindungi hak cipta tersebut. Apabila tidak diperpanjang dan ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan, maka pembagian royalti sudah tidak lagi perlu dilakukan.

Baca juga : Hosting murah gratis Domain

Apa Perbedaan Copyright, Trademark, dan Paten

TrademarkSumber: freepik.com

Kamu sudah memahami pengertian copyright dan perlu untuk bisa membedakan antara copyright, trademark, dan paten. Kamu perlu memahami bahwa trademark merupakan merek dagang. Setiap perusahaan pasti memiliki merek dagang tersendiri. Contoh yang paling kamu ingat adalah Apple dan Microsoft.

Kedua perusahaan teknologi bergengsi tersebut memiliki trademark masing-masing sebagai identitas mereka. Penggunaan trademark tersebut perlu dilindungi secara hukum dengan mendaftarkan merek dagang mereka. Saat sudah didaftarkan tidak ada lagi pihak yang boleh menggunakan nama tersebut.

Itulah mengapa trademark sangat penting juga dalam dunia bisnis. Trademark ini juga memiliki batasan waktu layaknya copyright. Perlu untuk melakukan pembaruan terhadap trademark secara berkala sesuai dengan ketentuan dari hukum yang berlaku.

Selanjutnya, pembahasan akan beralih pada paten. Pengertian dari paten adalah pemberian hak kepada para penemu atau pencipta. Biasanya ini berkaitan dengan para peneliti dari segala macam bidang. Saat seorang inventor menemukan atau berhasil menciptakan sesuatu, maka ia bisa membuat paten terhadap hasil penemuan maupun ciptaannya.

Para penemu dapat memperoleh banyak keuntungan dengan adanya paten, terutama saat memutuskan akan memberikan paten tersebut kepada suatu pihak. Pihak yang diberikan paten juga berhak menggunakan untuk suatu tujuan.

Sekarang kamu sudah bisa membedakan kalau copyright mengatur tentang hak cipta, trademark tentang merek dagang, dan paten tentang hasil ciptaan. Pengetahuan ini bisa sangat berguna bagi kamu yang suatu hari nanti ingin membuat bisnis.

Berbagai Macam Karya yang Menggunakan Copyright

CopyrightSumber: freepik.com

Pembahasan mengenai karya apa saja yang perlu ada copyright-nya terdengar sangat menarik. Ada banyak hasil karya ciptaan yang bisa diberikan copyright. Semua hasil karya tersebut haruslah karya yang memiliki wujud fisik, atau dapat dilihat, didengar, atau dirasakan secara langsung. Misalkan saja lagu, film, buku, dan lain sebagainya. Beberapa contoh lain bisa disimak berikut.

  • Karya seni dan desain
  • Karya sastra dan tulisan
  • Karya fotografi dan sinematografi
  • Hasil kreasi pertunjukan
  • Musik atau lagu
  • Karya arsitektur
  • Peta

Bagaimana Cara Mendapatkan Copyright?

Perusahaan yang ingin mendapatkan copyright harus mendaftarkan produk secara legal ke badan yang berwenang. Kamu yang juga ingin mendapatkan copyright atas hasil karya bisa mengajukan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Proses pembuatan ini tidak sesulit yang kamu pikirkan. Kamu hanya perlu mempersiapkan syarat pendaftaran copyright.

Selama masa pandemic COVID-19 ini memang loket layanan secara offline masih ditutup. Namun pengajuan dari permohonan perlindungan hasil kekayaan intelektual bisa diajukan secara online. Kamu bisa mendownload formulir melalui website yang disediakan oleh DJKI. Persiapan mengenai biaya juga dapat kamu lihat di website itu juga.

Ketika kamu sudah mendapatkan kendali atas copyright dari hasil karya kamu, kamu bisa mengatur cara menggunakan hasil karya buatanmu, termasuk dalam hal penggandaan karya untuk tujuan keuntungan. Menegaskan bahwa karya ciptaanmu memiliki copyright kamu bisa memberi simbol © di bagian awal teks maupun akhir gambar.

Apabila hasil karya kamu berupa lagu maupun musik bisa menggunakan simbol ® sebagai tanda karya hasil rekaman atau recording. Pastikan untuk selalu mengecek masa berlakunya, karena bisa kadaluarsa. Setiap negara memiliki peraturan masa berlaku yang berbeda mengenai copyright.

Secara umum biasanya berlaku selama pencipta hidup ditambahkan 70tahun setelah kematian orang yang menciptakannya. Intinya, kamu perlu membaca secara mendetail mengenai syarat dan ketentuan yang berlaku mengenai copyright di negara masing-masing.

Kegunaan Copyright Terhadap Karya Cipta Seseorang

Kamu sudah memahami tentang kegunaan copyright dalam melindungi sebuah hasil karya. Orang yang menggunakan tanpa seijin pemegang copyright bisa dijatuhi hukuman berupa denda atau masuk penjara dalam rentang waktu tertentu sesuai peraturan yang berlaku. Kegunaan lain dari sebuah copyright adalah melakukan pengaturan royalti dan pemantauan penggunaan karya.

Copyright di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 yang mengatur hak cipta. Pastikan kamu memahami undang-undang ini juga setelah memahami apa itu copyright, apabila berniat untuk mengajukan perlindungan terhadap karya kamu.

Memang memerlukan waktu dan usaha kalau ingin mengajukan permohonan sendiri tanpa bantuan orang ahli hukum. Setidaknya ada 126 pasal pada undang-undang tersebut yang harus dipahami. Hal ini juga sangat penting bagi kamu yang akan berkecimpung di dunia yang berkaitan dengan produk copyright.

Contoh Kasus Pelanggaran Copyright

Ada banyak sekali kasus pelanggaran yang terjadi di Indonesia. Ini bisa menjadi contoh yang harus dihindari agar tidak merugikan pihak yang sudah susah payah menciptakannya. Apa saja contoh kasusnya, bisa kamu lihat berikut.

1. Kasus Pelanggaran Hak Cipta Buku

Kasus pelanggaran hak cipta buku biasa terjadi pada pelajar maupun mahasiswa. Sebagian kasus disebabkan oleh ketidaktahuan akan apa itu copyright dan sebagian lagi ada yang sudah mengerti. Pelanggaran paling nyata sering terjadi adalah melakukan fotokopi terhadap buku materi tanpa adanya ijin dari sang penulis.

Salah satu kasus yang berujung serius dilakukan oleh Romy di tahun 2014 dikutip dari detik.com. Romy yang merupakan sarjana komputer di Semarang melakukan pelanggaran copyright dengan mencetak ulang dan menjualnya tanpa ijin penulis.

2. Pelanggaran Hak Cipta Lagu

Kasus pelanggaran copyright juga pernah terjadi dan dilakukan oleh Eny Sagita yang menyanyikan lagu Oplosan tanpa ijin penciptanya. Erie Suzan juga mengalami hal serupa akibat mengubah lagu anak-anak menjadi versi dangdut.

Leave a Comment