Rumah KPR

Nilai Appraisal Rumah KPR Rendah, Kenapa Bisa?

Mengajukan kredit kepemilikan rumah atau KPR adalah salah satu cara yang dilakukan banyak orang untuk bisa wujudkan rumah imajinasimu. Hanya saja, seringkali ada yang merasa kecewa karena nilai appraisal rumah setelah penilaian lebih rendah dari harga yang harusnya dibayarkan pada pihak developer atau si pemilik rumah. Kenapa bisa terjadi?

Proses Penilaian Harga Bangunan

Proses appraisal sendiri adalah proses survei yang memang selalu dilakukan pihak bank terhadap rumah yang akan dijaminkan dalam produk KPR. Semakin bagus nilai appraisal dari rumah yang akan di-KPR-kan, maka akan semakin tinggi pinjaman yang akan didapatkan untuk membeli rumah tersebut.

Hanya saja, ada banyak penyebab yang menjadikan nilai appraisal rumah jadi rendah meskipun rumah tersebut bisa dibilang bagus penampakannya. Kalau sudah begini, bisa saja pengajuan kredit yang kamu lakukan tak disetujui ataupun bila disetujui kamu harus nombok banyak. Kenapa bisa ini terjadi?

Penyebab Nilai Appraisal Rendah

1. Kawasan Rumah yang Tidak Bebas Banjir

Salah satu penyebab mengapa nilai appraisal suatu rumah rendah adalah karena kawasan rumah tersebut berada di tempat yang tidak bebas banjir. Biasanya, rumah yang berada di dataran rendah dan menjadi daerah langganan banjir akan memiliki nilai appraisal yang lebih rendah dibanding yang ada di tempat tinggi.

Hal ini dikarenakan rumah yang rawan banjir otomatis tak akan bertahan lama. Bank juga tidak akan menginginkan rumah yang rentan rusak karena banjir. Selain itu, kamu nantinya juga akan mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk memperbaiki rumah yang tergenang banjir. Tentulah karena ini pihak bank tak menginginkannya.

2. Akses Menuju Rumah

Penyebab lainnya mengapa nilai appraisal rumah kamu bisa rendah padahal kamu bisa dapatkan kredit rumah mudah adalah karena akses menuju rumah yang sangat terbatas atau terlalu kecil. Akses rumah yang seperti ini akan membuat nilai dari rumah tersebut menjadi turun.

Itu karena bank memberikan penilaian terhadap nilai jual kembali. Dengan demikian, mereka akan sangat mempertimbangkan akses jalan apakah rumah tersebut memiliki harga yang sepadan dengan harga tingginya. Hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi ini adalah dengan diskusi ke tetangga mengenai pelebaran jalan atau memangkas halaman untuk jalan.

3. Jarak dari Tempat Pembuangan Sampah

Rumah yang kamu incar untuk di-KPR-kan terletak tak begitu jauh dari tempat pembuangan sampah alias TPS? Jika iya, kamu harus bersiap mendapatkan nilai appraisal yang rendah. Sebab, rumah yang berada tak jauh dari TPS membuat lingkungan di sekitar menjadi bau dan jadi jarang yang ingin tinggal di sana.

Namun, tentu saja, pihak bank menetapkan jarak minimal antara rumah yang ingin kamu KPR-kan dengan TPS. Jarak tersebut adalah 1 km. Jika rumah yang kamu incar berada dalam kawasan kurang dari satu kilometer dari tempat pembuangan sampah, maka kemungkinan pengajuan KPR akan diterima kecil.

4. Dekat dengan Pantai

Hal lain yang bisa membuat appraisal rumah KPR rendah adalah rumah tersebut berada dekat dengan pantai. Rumah yang berada dekat dengan pantai memang indah dan menenangkan. Kamu bisa membuat desain rumah yang bikin relax di sini. Hanya saja, bank tidak memandang itu dalam menyetujui KPR yang kamu ajukan.

Pihak bank akan melihat bahwa tanah tersebut memiliki risiko rawan erosi. Kamu pasti tahu bahwa erosi adalah salah satu penyebab utama terjadinya erosi, kan? Pihak bank juga akan memperkirakan berapa lamanya rumah akan bertahan. Oleh sebab itu, rumah yang berada di dekat pantai biasanya akan sulit disetujui bila kamu mengajukan KPR.

5. Dekat dengan Sungai

Tak hanya dekat dengan pantai saja. Rumah yang dekat dengan sungai juga berisiko tidak diterima pengajuan KPR-nya. Jarak minimal rumah dengan sungai adalah 15 meter. Kurang dari itu tak akan diterima. Alasannya bermacam-macam, mulai dari mengurangi ruang saluran sungai hingga perilaku buruk manusia yang tinggal di sekitar sungai.

Misalnya saja, kamu pasti masih sering melihat banyak orang yang membuang sampah ke sungai, kan? Nah, inilah yang menjadi alasan pihak bank tidak akan menyetujui pengajuan KPR rumah yang berada sangat dekat dengan sungai. Hal ini juga sesuai dengan peraturan mengenai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai atau DAS yang telah ditetapkan pemerintah.

6. Termasuk dalam Rencana Tata Ruang Kota

Hal lain yang membuat appraisal rumah KPR rendah adalah daerah tersebut masuk dalam rencana tata ruang kota. Dalam rencana tata ruang kota, keberadaan rumah di daerah tersebut kemungkinan besar akan melanggar hukum. Oleh sebab itu, pihak bank akan sangat memperhatikan rencana tata kota dari 5 hingga 25 tahun mendatang.

Apabila ada indikasi pelanggaran terhadap rencana tata ruang kota yakni keberadaan properti yang tidak seharusnya, maka pemilik properti sangat mungkin akan dituntut akibat melanggar  undang-undang.

7. Kondisi Fisik Rumah

Hal lainnya adalah kondisi rumah tersebut. Bila kamu membeli rumah second, hal ini akan sangat diperhatikan. Rumah yang kondisinya cacat baik itu tembok atau atapnya biasanya memiliki nilai appraisal yang rendah. Bank juga akan menghitung kapan terakhir kalinya rumah mengalami renovasi untuk menentukan nilai appraisal dari rumah tersebut.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa membuat nilai appraisal suatu rumah yang akan di-KPR-kan menjadi rendah. Ada baiknya, sebelum kamu mengajukan KPR ke pihak bank, kamu melakukan konsultasi dulu dan pahami apa yang terjadi pada properti kamu sehingga dapat memberikan nilai appraisal yang tinggi terhadap rumah tersebut.

Leave a Comment