Bali United

Rintangan Awal Bali United di Pentas Asia : Si Rusa dari Singapura

Juara Liga 1 2019, Bali United akan mengawali perjalanan mereka di Liga Champions Asia dengan menantang runner up Liga Primer Singapura, Tampines Rovers pada Selasa, (14/1) malam nanti dengan kick off pada pukul 18.30 WIB menurut situs jadwal bola Indonesia, https://www.bolanusantara.com/. Pertandingan yang akan dilangsungkan di Stadion Jurong West tersebut merupakan ronde pertama kualifikasi Liga Champions Asia, dimana pemenang dari pertandingan ini sudah dinanti oleh wakil Australia, Melbourne Victory. Berikut profil singkat dari Tampines Rovers seperti dirangkum dari situs info bola, https://bolanusantaraapp.onelink.me/s2QT/bolnusapp:

1. Salah satu klub tersukses di sejarah Singapura

Klub yang berdiri pada tahun 1945 ini memiliki sejarah panjang di persepakbolaan Singapura, namun kesuksesan mereka baru muncul di awal dekade abad 21 dengan menjuarai Liga Singapura pada tahun 2004 sekaligus Piala Singapura. Pencapaian yang sama mereka ulangi semusim kemudian dengan mempertahankan gelar juara liga. Pada tahun 2011-2013 mereka meraih hattrick gelar juara Liga Singapura dengan mengandalkan striker asal Serbia, Aleksandar Duric, yang juga merupakan striker tim nasional Singapura.2.

2.Duel ulangan 2018

Duel antara Tampines Rovers dan Bali United ini bukanlah kali pertama kedua tim bertemu. Sebelumnya mereka juga saling berjumpa di ajang yang sama yakni kualifikasi Liga Champions Asia ronde pertama pada tahun 2018 silam. Kala itu, Bali United bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Ditengah guyuran hujan deras, Bali United berhasil menundukkan tamunya dengan skor 3-1. Bali United mencetak gol pertama lewat Fadil Sausu namun berhasil dibalas oleh Shannon Stephen sebelum babak pertama usai. Tuan rumah lalu memastikan kemenangan dengan gol dari Ilija Spasojevic dan Hanis Saghara Putra.

3. Langganan tampil di pentas Asia

Tampines Rovers termasuk klub yang rutin tampil di kancah Asia. Terhitung sejak 2016 mereka selalu ikut serta di kompetisi antarklub yang diadakan oleh AFC. Pada musim 2016, klub yang berlambangkan rusa jantan ini takluk di tangan wakil India, Mohun Bagan di ronde pertama kualifikasi Liga Champions Asia, sehingga harus turun ke Piala AFC. Bergabung bersama dengan Ceres Negros FC (Filipina), Selangor FA (Malaysia), dan Sheikh Jamal Dhanmondi (Bangladesh), Tampines Rovers sukses menduduki peringkat kedua klasemen dan lolos ke babak 16 besar. Di babak tersebut, mereka berhasil membalas dendam dan menyingkirkan Mohun Bagan namun harus takluk di babak perempat final dengan skor 1-0 dari klub India, Bengaluru FC. Catatan tersebut sekaligus menjadi perolehan terbaik Tampines Rovers di Piala AFC karena di musim-musim selanjutnya mereka harus tersingkir di babak grup.

4. Punya duet gaek Singapura

Nama Fahrudin Mustafic dan Daniel Bennett tentunya tidak asing bagi pecinta sepakbola Tanah Air, apalagi bagi mereka yang gemar menyaksikan laga tim nasional Indonesia. Bagaimana tidak, duet ini beberapa kali menjadi mimpi buruk bagi penyerang-penyerang tim nasional terutama di ajang Piala AFF. Pada Piala AFF 2004, Indonesia tiga kali bertemu dengan Singapura namun tidak sekalipun Kurniawan Dwi Yulianto cs mampu mengalahkan The Lions yang diperkuat Daniel Bennett di lini belakang. Cerita yang sama terulang pada tahun 2007 dan 2008 dimana Daniel Bennett berpasangan dengan Fahrudin Mustafic di jantung pertahanan Singapura, hasilnya di dua pertemuan di babak grup, Indonesia gagal mengalahkan Singapura. Kini, Daniel Bennett di usia 42 tahun masih bermain untuk Tampines Rovers sedangkan Fahrudin Mustafic menjabat sebagai asisten pelatih.

Leave a Comment